Artikel
Desa Banyuurip Gresik Dulu Tidak Memiliki Icon, Kini Disulap Jadi Pusat Konservasi Mangrove
Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik yang dulunya desa yang tidak memiliki Icon kini disulap dan memiliki icon sebagai pusat konservasi tanaman mangrove. Selain itu, desa tersebut saat ini menjadi Kawasan Ekowisata dan Kawasan Eksosistem Esensial (KEE).
Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris menuturkan, setelah dijadikan sebagai kawasan ekowisata dan KEE. Desanya juga mengembangkan bibit tanaman mangrove yang bertujuan melestarikan ekosistem serta memberdayakan masyarakat.
“Tanaman mangrove di desa kami memiliki 17 varian mangrove. Dari banyaknya varian itu juga akan menambah satwa yang hidup di mangrove. Selain itu, kawasan yang kami kelolah bersama PGN Saka ini sudah diitetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Dimana, disana memiliki spot migrasi puluhan jenis burung laut serta dipenuhi ratusan ribu pohon mangrove dari belasan jenis,” tuturnya, Jumat (29/10/2021).
External and Government Relation PGN Saka, Subali mengatakan, pihaknya merasa senang atas dipilihnya Desa Banyuurip sebagai lokasi penanaman mangrove oleh Gubernur Jawa Timur.
“Kedatangan Gubernur Jawa Timur ke lokasi desa binaan PGN Saka sangat positif. Memberi semangat kami, dan terutama positif bagi masyarakat setempat,” katanya.
Subali menambahkan, sebelum menjadi pusat konservasi mangrove. Lokasi kawasan ekowisata dan KEE ini dulunya sangat kumuh. Namun, setelah pelan-pelan kami bimbing untuk pengembangan mangrove hasilnya bisa dinikmati masyarakat sekitar.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku terkesan adanya kawasan ekowisata dan KEE yang dikembangkan di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.
“Tempatnya bagus, aneka tanamannya asri,” ujarnya sambil memandangi tanaman cemara laut dan hamparan hutan mangrove yang membentang ke pantai.
Orang nomor satu di Jawa Timur ini sangat mengapresiasi upaya-upaya konservasi mangrove yang telah dilakukan di Desa Banyuurip.
Selain gubernur, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat. Diantaranya, kepala dinas di lingkungan Pemprov Jatim, DPRD Jawa Timur, Lantamal V Surabaya, Perum Perhutani Jawa Timur, Wakil Bupati Gresik. Muspika Ujungpangkah, NGO lingkungan, ormas, pramuka, dan perwakilan perguruan tinggi. (dny/ted)
Sumber : https://beritajatim.com/ekbis/desa-banyuurip-gresik-dulu-kumuh-kini-disulap-jadi-pusat-konservasi-mangrove/


Telkom Indonesia Bersama Banyuurip Mangrove Center Tanam 1.000 Bibit Mangrove untuk Kelestarian Pesisir Gresik
Kolaborasi Peduli Lingkungan, GOW Kabupaten Gresik Bersama DLH, Kwarcab Pramuka Gresik, PGN SAKA dan PKK Tanam Mangrove di Banyuurip Mangrove Center
PKK Desa Banyuurip Gelar Outbound Bersama Pemerintah Desa dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Saka Indonesia Pangkah Limited Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana kepada Sanggar Batik Geger dan Pemerintah Desa Banyuurip
Pemerintah Desa Banyuurip dan BPD Banyuurip Ikuti Gerak Jalan Tradisional Kecamatan Ujungpangkah
Pemerintah Desa Banyuurip Gelar Jumat Sehat Bersama UISI dan Masyarakat Setempat
KKN-PKL Bina Desa Banyuurip 2026, Mahasiswa UNUSA Wujudkan Budaya K3 Melalui Edukasi di Berbagai Sektor Pekerjaan
Kurangi Penyebaran Penyakit Polio, Posyandu Desa Banyuurip Gelar Vaksin Polio Gratis
Matriks Program 2021
Bahaya di Dapur: Pemahaman tentang Racun dalam Bahan Makanan Sehari-hari
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Bencana Alam: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya
Pembentukan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Formasi Kepala Dusun Mulyosari
Pelantikan Ketua Rukun Nelayan Tirta Buana Desa Banyuurip
Kiat Mencegah Pencemaran Lingkungan
Memahami Jenis, Persebaran, dan Daerah Sumber Penyakit Menular: Suatu Tinjauan Komprehensif
Pembagian Beras Oleh Wakil Bupati Gresik, Untuk Nelayan yang Terdampak Cuaca Buruk
Informasi Pengalihan Lalu Lintas Kegiatan Banyuurip Ngaji Barng Gus Iqdam