Artikel
Musrenbangdes RPJMDes Tahun 2020 - 2027 dan RKPDes 2026 dan Usulan RKPDes 2027 Desa Banyuurip Soroti Isu Strategis
Banyuurip, 15 Oktober 2025 — Pemerintah Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada malam hari, tepatnya Rabu, 15 Oktober 2025. Acara yang digelar di balai desa ini berlangsung dengan penuh semangat partisipatif dan dihadiri oleh berbagai unsur penting pemerintahan dan masyarakat desa.
Musrenbangdes kali ini menjadi wadah strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat terkait pembangunan desa . Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Ujungpangkah, Kapolsek Ujungpangkah, Kepala Desa Banyuurip beserta seluruh perangkat desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), LPMD, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, Bidan, Perawat Desa serta pendamping desa.
Sorotan Utama: Pembangunan dan Infrastruktur Desa
Dalam sambutan pembukanya, Kepala Desa Banyuurip menegaskan pentingnya Musrenbangdes sebagai bentuk demokrasi desa dalam menyusun prioritas pembangunan. Tahun ini, fokus utama diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan sistem irigasi, pengadaan sumur bor untuk lahan pertanian, pemasangan CCTV demi keamanan lingkungan, serta peningkatan transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa.
“Musrenbangdes ini bukan sekadar formalitas tahunan, tetapi merupakan ruang nyata bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan masalah yang dihadapi secara langsung. Kita harus mendengar dan merespons,” tegasnya.
Irigasi dan Pertanian: Sawah Kering Jadi Perhatian Serius
Salah satu isu paling krusial yang mengemuka dalam forum adalah persoalan irigasi persawahan desa yang saat ini mengalami kekeringan. Sejumlah petani yang hadir menyampaikan keluhan tentang minimnya pasokan air untuk mengairi sawah, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.
Menanggapi hal tersebut, Camat Ujungpangkah menyatakan bahwa persoalan irigasi tidak bisa ditangani setengah-setengah. Ia mendorong agar desa segera mengusulkan pengadaan sumur bor melalui Kecamatan dan Kabupaten agar bisa mendapat alokasi anggaran dari dana APBD atau Dana Desa.
"Desa Banyuurip adalah salah satu lumbung pangan di wilayah Ujungpangkah. Bila irigasi kita abaikan, maka ketahanan pangan lokal pun bisa terganggu. Pengadaan sumur bor harus menjadi prioritas bersama," ungkap Camat.
Pengadaan Sumur Bor: Harapan Baru Petani
Terkait hal ini, BPD dan LPMD juga menyuarakan dukungan agar sumur bor segera diadakan di titik-titik strategis lahan pertanian desa. Pendamping desa menyatakan akan membantu secara teknis dalam penyusunan proposal dan RAB (Rencana Anggaran Biaya) untuk program tersebut.
Selain untuk pertanian, sumur bor juga diharapkan bisa menunjang kebutuhan air bersih bagi masyarakat di beberapa dusun yang selama ini masih bergantung pada sumber air terbatas.
Keamanan dan Pengawasan: Usulan Pengadaan CCTV
Masalah keamanan lingkungan turut menjadi perhatian. Beberapa Ketua RT dan tokoh masyarakat mengusulkan pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan, seperti persimpangan jalan utama, fasilitas umum, dan sekitar kantor desa.
Kapolsek Ujungpangkah yang turut hadir dalam forum tersebut sangat mengapresiasi inisiatif warga dalam menjaga keamanan desa. bahwa pengadaan CCTV akan sangat membantu aparat dalam proses pengawasan dan pengungkapan tindak kriminal.
Transparansi Aparatur Desa: Dorongan dari Warga
Dalam sesi dialog, beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan harapan agar transparansi penggunaan anggaran desa terus ditingkatkan. Mereka menginginkan agar papan informasi anggaran desa diperbaharui secara berkala dan mudah diakses publik.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Desa menyampaikan komitmennya untuk lebih terbuka dalam pengelolaan dana desa, termasuk melalui pemanfaatan media.
Dengan berakhirnya Musrenbangdes ini, seluruh pihak berharap bahwa hasil yang dirumuskan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah desa dan dijadikan dasar penyusunan RKP Desa (Rencana Kerja Pemerintah Desa).
Musyawarah ini mencerminkan semangat gotong royong, partisipasi masyarakat, dan tata kelola desa yang akuntabel. Banyuurip terus melangkah menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.


Telkom Indonesia Bersama Banyuurip Mangrove Center Tanam 1.000 Bibit Mangrove untuk Kelestarian Pesisir Gresik
Kolaborasi Peduli Lingkungan, GOW Kabupaten Gresik Bersama DLH, Kwarcab Pramuka Gresik, PGN SAKA dan PKK Tanam Mangrove di Banyuurip Mangrove Center
PKK Desa Banyuurip Gelar Outbound Bersama Pemerintah Desa dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Saka Indonesia Pangkah Limited Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana kepada Sanggar Batik Geger dan Pemerintah Desa Banyuurip
Pemerintah Desa Banyuurip dan BPD Banyuurip Ikuti Gerak Jalan Tradisional Kecamatan Ujungpangkah
Pemerintah Desa Banyuurip Gelar Jumat Sehat Bersama UISI dan Masyarakat Setempat
KKN-PKL Bina Desa Banyuurip 2026, Mahasiswa UNUSA Wujudkan Budaya K3 Melalui Edukasi di Berbagai Sektor Pekerjaan
Kurangi Penyebaran Penyakit Polio, Posyandu Desa Banyuurip Gelar Vaksin Polio Gratis
Matriks Program 2021
Desa Banyuurip Gresik Dulu Tidak Memiliki Icon, Kini Disulap Jadi Pusat Konservasi Mangrove
Bahaya di Dapur: Pemahaman tentang Racun dalam Bahan Makanan Sehari-hari
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Bencana Alam: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya
Pembentukan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Formasi Kepala Dusun Mulyosari
Upaya pelestarian pembibitan tanaman mangrove oleh mahasiswa KKN UQ 2024 bersama KPMLB
Pembukaan KKN UISI Di Desa Banyuurip, Perkuat Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Kegiatan KKN Universitas Muhammadiyah Gresik di Desa Banyuurip
Racun pada Bahan Makanan yang Dikonsumsi Masyarakat
Penyakit Menular: Pengertian, Jenis, Dampak, dan Pencegahannya
Workshop Penyusunan RAPBDes Tahun Anggaran 2026