Artikel
Program Jatim Puspa Berdayakan 60 KPM di Desa Banyuurip melalui Pelatihan Pembuatan Krupuk Kupang
Sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Jatim Puspa (Jatim Pemberdayaan dan Usaha Perempuan) kembali hadir di tengah masyarakat, kali ini menyapa warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.
Sebanyak 60 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengikuti pelatihan keterampilan pembuatan krupuk kupang, sebuah produk olahan khas pesisir yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi di wilayah utara Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan, agar mampu mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Pemberdayaan Melalui Keterampilan Lokal
Pelatihan ini dirancang tidak sekadar untuk menambah pengetahuan teknis dalam mengolah bahan baku kupang menjadi produk siap jual, tetapi juga sebagai sarana membangun semangat kemandirian dan kreativitas masyarakat.
Para peserta dibimbing langsung oleh instruktur yang berpengalaman dalam pengolahan hasil laut, mulai dari proses pembersihan kupang, pembuatan adonan, teknik pengeringan, hingga pengemasan yang higienis dan menarik.
Dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar pesisir Banyuurip, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya kelompok usaha kecil menengah (UKM) baru di bidang kuliner khas daerah. Produk krupuk kupang diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
Salah satu tujuan utama Program Jatim Puspa adalah memberdayakan perempuan agar memiliki peran lebih besar dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Melalui pelatihan ini, para peserta — sebagian besar ibu rumah tangga — diajak untuk berani memulai usaha dari rumah, memanfaatkan waktu luang secara produktif, dan menambah pendapatan keluarga.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, kami jadi tahu cara mengolah kupang menjadi krupuk yang renyah dan bernilai jual. Semoga setelah ini kami bisa memproduksi sendiri dan menjualnya ke pasar,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Keberhasilan program pemberdayaan seperti ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, hingga pendamping sosial yang terlibat langsung dalam mendampingi KPM. Kepala Desa Banyuurip menyampaikan apresiasinya terhadap program ini, karena dinilai mampu menggugah semangat warganya untuk terus berinovasi.
“Program Jatim Puspa memberikan dampak nyata bagi warga kami. Tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga dibekali keterampilan untuk mandiri dan produktif. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Menumbuhkan Ekonomi dari Desa
Melalui pelatihan pembuatan krupuk kupang ini, Program Jatim Puspa membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga tentang menumbuhkan kemampuan, pengetahuan, dan rasa percaya diri masyarakat untuk maju bersama.
Dengan semangat gotong royong dan pendampingan berkelanjutan, Desa Banyuurip diharapkan dapat menjadi contoh desa berdaya yang mampu mengoptimalkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi baru bagi warganya.
Program Jatim Puspa terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Jawa Timur yang lebih sejahtera, berdaya, dan mandiri, dimulai dari desa-desa yang terus tumbuh bersama warganya.


Telkom Indonesia Bersama Banyuurip Mangrove Center Tanam 1.000 Bibit Mangrove untuk Kelestarian Pesisir Gresik
Kolaborasi Peduli Lingkungan, GOW Kabupaten Gresik Bersama DLH, Kwarcab Pramuka Gresik, PGN SAKA dan PKK Tanam Mangrove di Banyuurip Mangrove Center
PKK Desa Banyuurip Gelar Outbound Bersama Pemerintah Desa dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Saka Indonesia Pangkah Limited Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana kepada Sanggar Batik Geger dan Pemerintah Desa Banyuurip
Pemerintah Desa Banyuurip dan BPD Banyuurip Ikuti Gerak Jalan Tradisional Kecamatan Ujungpangkah
Pemerintah Desa Banyuurip Gelar Jumat Sehat Bersama UISI dan Masyarakat Setempat
KKN-PKL Bina Desa Banyuurip 2026, Mahasiswa UNUSA Wujudkan Budaya K3 Melalui Edukasi di Berbagai Sektor Pekerjaan
Kurangi Penyebaran Penyakit Polio, Posyandu Desa Banyuurip Gelar Vaksin Polio Gratis
Matriks Program 2021
Desa Banyuurip Gresik Dulu Tidak Memiliki Icon, Kini Disulap Jadi Pusat Konservasi Mangrove
Bahaya di Dapur: Pemahaman tentang Racun dalam Bahan Makanan Sehari-hari
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Bencana Alam: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya
Pembentukan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Formasi Kepala Dusun Mulyosari
Rapat Koordinasi PPID
Bencana Sosial di Desa Banyuurip: Menggali Tantangan untuk Membangun Solidaritas
Workshop Peningkatan Kapasitas Kader dalam Tata Kelola Pelayanan serta Akurasi Data Pencegahan Stunting Posyandu Desa Banyuurip Tahun 2026
Pelantikan Ketua Rukun Nelayan Tirta Buana Desa Banyuurip
Rencana Gangguan terhadap Utilitas Publik: Pengertian, Dampak, dan Upaya Pencegahan
Apa saja Penyakit Menular