Artikel
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berikan Bantuan dan Pelatihan Pengolahan Produk Mangrove
Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengadakan kegiatan serah terima bantuan sekaligus sosialisasi dan pelatihan pengolahan produk turunan mangrove kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Tirta Wening di Desa Banyuurip. Program ini bertujuan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan dan pengolahan hasil mangrove.
Serah Terima Bantuan untuk Pengolahan Mangrove
Acara ini diawali dengan serah terima berbagai bantuan berupa peralatan dan bahan untuk mengolah mangrove menjadi produk bernilai jual tinggi. Bantuan tersebut mencakup mesin pengolah, alat pemrosesan, serta bahan-bahan pendukung yang diperlukan untuk membuat produk turunan mangrove seperti sirup, tepung, manisan, dan dodol. Bantuan ini diharapkan mampu memberikan peluang ekonomi baru bagi POKMASWAS Tirta Wening dan masyarakat Desa Banyuurip dengan menjadikan mangrove sebagai komoditas bernilai ekonomi.
Sosialisasi dan Edukasi Pelestarian Mangrove
Setelah serah terima bantuan, tim dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Banyuurip tentang pentingnya menjaga dan melestarikan mangrove. Selain menjadi penjaga ekosistem pesisir, mangrove juga memiliki potensi sebagai bahan baku produk komersial yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Dalam sesi sosialisasi ini, tim memberikan wawasan tentang peran mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan potensi keberlanjutan ekonomi yang bisa diperoleh melalui pengelolaan yang bijaksana.
Pelatihan Pengolahan Produk Turunan Mangrove
Sebagai bagian dari dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut juga mengadakan pelatihan teknis untuk anggota POKMASWAS Tirta Wening terkait cara mengolah mangrove menjadi produk yang bernilai ekonomi. Dalam pelatihan ini, peserta diajari berbagai teknik mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga teknik pengemasan produk agar dapat bersaing di pasar. Para anggota juga mendapatkan panduan tentang standar kebersihan dan kualitas yang diperlukan untuk menciptakan produk yang aman dan layak konsumsi.
Harapan bagi Masyarakat Desa Banyuurip
Dengan adanya bantuan dan pelatihan ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan berharap agar masyarakat Desa Banyuurip, khususnya anggota POKMASWAS Tirta Wening, dapat mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan dari produk turunan mangrove. Selain mendukung peningkatan ekonomi lokal, program ini juga diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui pemanfaatan yang terencana dan bertanggung jawab.
Komitmen Berkelanjutan dari KKP
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus mendampingi POKMASWAS Tirta Wening dalam memasarkan produk hasil olahan mangrove. Dukungan ini mencakup upaya promosi melalui pameran dan bazar, serta bantuan teknis dalam pengembangan kualitas produk. Harapannya, produk-produk ini dapat dikenal lebih luas di pasar dan memberi kontribusi positif terhadap ekonomi masyarakat pesisir.


Telkom Indonesia Bersama Banyuurip Mangrove Center Tanam 1.000 Bibit Mangrove untuk Kelestarian Pesisir Gresik
Kolaborasi Peduli Lingkungan, GOW Kabupaten Gresik Bersama DLH, Kwarcab Pramuka Gresik, PGN SAKA dan PKK Tanam Mangrove di Banyuurip Mangrove Center
PKK Desa Banyuurip Gelar Outbound Bersama Pemerintah Desa dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Saka Indonesia Pangkah Limited Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana kepada Sanggar Batik Geger dan Pemerintah Desa Banyuurip
Pemerintah Desa Banyuurip dan BPD Banyuurip Ikuti Gerak Jalan Tradisional Kecamatan Ujungpangkah
Pemerintah Desa Banyuurip Gelar Jumat Sehat Bersama UISI dan Masyarakat Setempat
KKN-PKL Bina Desa Banyuurip 2026, Mahasiswa UNUSA Wujudkan Budaya K3 Melalui Edukasi di Berbagai Sektor Pekerjaan
Kurangi Penyebaran Penyakit Polio, Posyandu Desa Banyuurip Gelar Vaksin Polio Gratis
Matriks Program 2021
Desa Banyuurip Gresik Dulu Tidak Memiliki Icon, Kini Disulap Jadi Pusat Konservasi Mangrove
Bahaya di Dapur: Pemahaman tentang Racun dalam Bahan Makanan Sehari-hari
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Bencana Alam: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya
Pembentukan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Formasi Kepala Dusun Mulyosari
Upaya pelestarian pembibitan tanaman mangrove oleh mahasiswa KKN UQ 2024 bersama KPMLB
Cegah DBD, Desa Banyuurip Lakukan Fogging
Workshop Peningkatan Kapasitas Kader dalam Tata Kelola Pelayanan serta Akurasi Data Pencegahan Stunting Posyandu Desa Banyuurip Tahun 2026
Pelantikan Kepala Dusun Mulyosari Desa Banyuurip Berlangsung Khidmat
Kompetisi Sistem Informasi Desa Se Kecamatan Ujungpangkah bersama Universitas Qomaruddin
Workshop Teknik Batik Cap dengan Pewarna Alami dari Mangrove dan Tumbuhan
Diseminasi Produk Batik Geger dengan Teknik Pewarnaan Alam dan Sintetis PKK Desa Banyuurip