Artikel
Workshop Teknik Batik Cap dengan Pewarna Alami dari Mangrove dan Tumbuhan
Upaya pelestarian budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Teknik Batik Cap dengan Pewarna Alami dari Mangrove dan Tumbuhan yang bertujuan untuk mengenalkan proses pembuatan batik ramah lingkungan kepada masyarakat.
Kegiatan workshop ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk belajar secara langsung tentang teknik pembuatan batik cap, mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pencapan motif pada kain, hingga proses pewarnaan menggunakan bahan alami yang berasal dari mangrove dan berbagai jenis tumbuhan. Pewarna alami tersebut diolah dari bagian tumbuhan seperti daun, kulit kayu, hingga buah yang memiliki pigmen warna alami sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis.
Selain mempelajari teknik membatik, para peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber pewarna alami dalam industri kreatif. Pemanfaatan mangrove dan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Melalui workshop ini, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan proses membatik. Mereka mencoba langsung mencap motif pada kain serta melihat perubahan warna yang dihasilkan dari proses pewarnaan alami. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga membuka wawasan tentang potensi alam yang dapat dimanfaatkan secara bijak dan berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan Workshop Teknik Batik Cap dengan Pewarna Alami dari Mangrove dan Tumbuhan, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai budaya batik sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mengembangkan kreativitas masyarakat serta memanfaatkan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.


Telkom Indonesia Bersama Banyuurip Mangrove Center Tanam 1.000 Bibit Mangrove untuk Kelestarian Pesisir Gresik
Kolaborasi Peduli Lingkungan, GOW Kabupaten Gresik Bersama DLH, Kwarcab Pramuka Gresik, PGN SAKA dan PKK Tanam Mangrove di Banyuurip Mangrove Center
PKK Desa Banyuurip Gelar Outbound Bersama Pemerintah Desa dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Saka Indonesia Pangkah Limited Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana kepada Sanggar Batik Geger dan Pemerintah Desa Banyuurip
Pemerintah Desa Banyuurip dan BPD Banyuurip Ikuti Gerak Jalan Tradisional Kecamatan Ujungpangkah
Pemerintah Desa Banyuurip Gelar Jumat Sehat Bersama UISI dan Masyarakat Setempat
KKN-PKL Bina Desa Banyuurip 2026, Mahasiswa UNUSA Wujudkan Budaya K3 Melalui Edukasi di Berbagai Sektor Pekerjaan
Kurangi Penyebaran Penyakit Polio, Posyandu Desa Banyuurip Gelar Vaksin Polio Gratis
Matriks Program 2021
Desa Banyuurip Gresik Dulu Tidak Memiliki Icon, Kini Disulap Jadi Pusat Konservasi Mangrove
Bahaya di Dapur: Pemahaman tentang Racun dalam Bahan Makanan Sehari-hari
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
Bencana Alam: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya
Pembentukan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Formasi Kepala Dusun Mulyosari
Rapat Koordinasi PPID
Langkah-Langkah Antisipasi dan Penanganan Banjir Rob
Polsek Ujungpangkah Gelar Kegiatan "Jumat Curhat" di Balai Desa Banyuurip
Bazar Sosial IV - Membeli Sambil Beramal
Sosialisasi Kebijakan Perizinan Pemanfaatan Ruang Laut untuk Budidaya Kerang Laut di Desa Banyuurip